Lagi lagi lagi dan lagi…
Kayanya dari bangun tidur mpe mo tdur otak selalu dipenuhi
dengan bayang-bayang jaringan (network) computer, hadeuuuchhhh……
Tapi gak apa lah, itung2 perjuangan belajar uda di itung
ibadah. Amien…OK pada postingan malam ni (malem terakhir deadline tugas
xxixixixi) ane akan ngepostin artikel semi formal mengenai hierarki topologi
jaringan. Langsung aja nieh, Apaitu jaringan?
Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, serta
perangkat-perangkat lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu
kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel
sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling melakukan
pertukaran informasi, seperti dokumen dan data, dapat juga melakukan pencetakan
pada printer yang sama dan bersama-sama memakai perangkat keras dan perangkat
lunak yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, ataupun
perangkat-perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan disebut dengan node.
Dalam sebuah jaringan komputer dapat mempunyai dua, puluhan, ribuan atau bahkan
jutaan node.
Prinsip Umum Desain Jaringan (versi dari teman2 yang jiplak
bin copas binti mereferensi sumber lain2) :
1.
Uji titik-titik
tunggal yang rentan dengan cermat
2.
Perlu disiapkan jalur
cadangan dan load balancing untuk untukmengatasi permasalahan kerusakan pada
jaringan sehingga jika mengatasi permasalahan kerusakan pada jaringan, sehingga
jika ada kerusakan tidak akan mengisolasi bagian jaringan.
3.
Memperhatikan
Karakteristik Aplikasi dan traffic protokol yang digunakan.
4.
Misalnya memperhatikan
aplikasi client-server dan sebagainya
5.
Melakukan analisis
ketersediaan bandwidth
6.
Membangun jaringan
dengan menggunakan model hierarki atau modularhierarki atau modular
7.
Memperhatikan Network
Diameter, yaitu banyaknyapiranti yang harus dilewati sebuah packet sebelum
mencapaitujuan. Network diameter harus didesain sekecil mungkin.
Desain Jaringan
secara Hierarki
Desain jaringan secara Hierarki terdiri dari 3 layer :
1.
Layer Core (backbone)
yang menyediakan tranportasi antar sites secara optimal
2.
Layer Distribution
yang menyediakan koneksi berdasar kebijakan perusahaan ( policy-based
connectivity)
3.
Layer Access (local)
yang menyediakan workgroup/akses pengguna ke jaringan
Secara umum desain jaringan secara hierarki tampak seperti
pada gambar dibawah ini :
Core Layer
High-speed switching backbone
- Didesain untuk memproses packet secepat
mungkinDidesain untuk memproses packet secepat mungkin
- Dalam layer ini tidak dilakukan
manipulasi packet, seperti misalnya access list dan pemfilteran yang akan men
nda pengiriman packet akan menunda pengiriman packet.
- Titik kritis untuk menghubungkan
piranti-piranti layer distribusi, sehingga penting untuk menjamin stabilitas
koneksi dan pembuatan jalur cadangan.
- Mengumpulkan traffic dari semua piranti
layer distribusi sehingga harus memiliki daya tampung distribusi, sehingga
harus memiliki daya tampung dan daya kirim yang besardan cepat
Pada layer ini
bertanggung jawab untu mengirim traffic scara cepat dan andal. Tujuannya
hanyalah men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan
latency). Kegagalan pada core layer dan desain fault tolerance untuk level ini
dapat dibuat sbb :
Yang tidak boleh
dilakukan :
- Tidak diperkenankan menggunakan access
list, packet filtering, atau routing VLAN.
- Tidak diperkenankan mendukung akses
workgroup.
- Tidak diperkenankan memperluas jaringan
dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih besar.
Yang boleh dilakukan :
- Melakukan desain untuk keandalan yang
tinggi ( FDDI, Fast Ethernet dengan link yang redundan atau ATM).
- Melakukan desain untuk kecepatan dan
latency rendah.
- Menggunakan protocol routing dengan
waktu konvergensi yang rendah.
Distribution Layer
Pada layer ini sering
disebut juga workgroup layer, merupaan titik komunikasi antara access layer dan
core layer. Fungsi utamanya adalah routing, filtering, akses WAN, dan
menentukan akses core layer jika diperlukan. Menentukan path tercepat/terbaik
dan mengirim request ke core layer. Core layer kemudian dengan cepat mengirim
request tersebut ke service yang sesuai.
1.
Titik demarkasi antara layer Core dan
Layer Access.
2.
Tempat melakukan manipulasi packet dan
pemfilteran
3.
Dalam jaringan Campus, Layer Distribusi
bisa berfungsiuntuk:
·
Pengalamatan dan Daerah Pengumpulan
·
Departemen/Fakultas atau Workgroup
accessDepartemen/Fakultas atau Workgroup access
·
Pendefinisian Alamat domain
broadcast/multicast
·
Routing untuk antar Virtual LAN (VLAN)
·
Transisi jenis media jika diperlukan
·
Keamanan data dan jaringan (Security)
Catatan:
Dalam ruang lingkup
kecil layer distribusi biasanya digabungDalam ruang lingkup kecil, layer
distribusi biasanya digabungjadi satu dengan layer Core.
Access Layer
- Titik bagi pengguna dihubungkan ke
jaringan
- Bisa juga melakukan penyaringan untuk
optimalisasikb h khkebutuhan pengguna secara khusus
- Dalam jaringan kampus, layer Access bisa
berfungsiuntuk:
- Pbi bdidth▫ Pembagian bandwidth
- Pemfilteran layer Data Link (MAC
Address)
- Microsegmentasi
- Dalam jaringan non kampus, layer access
bisamenyediakan juga pengaksesan secara remote denganmenggunakan Frame Relay
ISDN VPN atau Leased menggunakan Frame Relay, ISDN, VPN, atau Leased lines.
Pada layer ini
menyediakan aksess jaringan untuk user/workgroup dan mengontrol akses dan end
user local ke Internetwork. Sering di sebut juga desktop layer. Resource yang
paling dibutuhkan oleh user akan disediakan secara local. Kelanjutan penggunaan
access list dan filter, tempat pembuatan collision domain yang terpisah
(segmentasi). Teknologi seperti Ethernet switching tampak pada layer ini serta
menjadi tempat dilakukannya routing statis.
Kebetulan dalam
jaringan Internal UAD sudah menerapkan desain tersebut diatas dengan detail
spesifikasi teknis sbb:
- Core Layer di tangani mesin
core.uad.ac.id BSD Minded dipadukan dengan Cisco Catalyst L3 (support
multilayer) [118.97.x.x] dimana menangani jalur backbone utama ke ISP dan jalur
Inherent
- Distribution Layer di tangani mesin
router Mikrotik 3.23 level 6 menangani routing terpusat, jadi semua unit
/lokasi tidak ada NAT kecuali untuk Lab, sehingga kita bisa terhubung ke semua
device pada masing-masing unit /kampus.
- Access Layer ditangani mesin Mikrotik
Router 3.23 level 6 dengan di bantu managable switch besutan Nortel dengan
spesifikasi Nortel 2550T menangani VLAN di masing-masing kampus.
Daftar pustaka:
- http://phemonh.blogspot.com/2012/03/tugas-ii-keamanan-jaringan-komputer.html
- http://blog.uad.ac.id/imam_riadi/2009/06/24/core-distribution-access-layer-cisco-minded/